pagi itu ada yang berbeda yang aku rasa. aku sadar, aku sedang merasakan cinta pada pandangan pertamaku dengan sosok lelaki idaman yang aku bayangkan selama ini. awalnya aku memang tidak begitu menanggapi rasa berbunga-bunga pagi itu. tapi satu hari berlalu aku mulai resah dengan rasa itu, mulai mencari-cari sosok lelakiku. dan benar saja satu bulan berlalu sejak hari itu, rasa ini menguat semakin kencangnya. dan selalu ingin melihat sosok itu sosok lelaki yang menjadi kakak seniorku.
yaaa aku baru menginjakan kakiku di Sekolah Menengah Atas (SMA) di pertengahan bulan Juli 2005 lalu. memang bisa dibilang Cinta Monyet sih, tapi keyakinanku sangat kuat pada sosok lelakiku itu. sosok yang dulu aku anggap berwibawa dan bertanggung jawab. tapi semua itu seketika sirna ketika aku merasakan cinta ini ternyata hanya aku tepuk sebelah tangan karena aku bukan sosok wanita idamannya yang saat itu.
satu tahun satu bulan perjalanan cintaku ini masalah mulai sering muncul ketika aku mulai mengetahui jika dia telah memiliki sosok lain dihatinya. hancur dan seperti tersambar petir di siang bolongku karena hanya kata itu yang ada dalam benak ini setiap harinya. aku seperti tak ada artinya ketika dia berjalan melewati tubuh ini bersama wanitanya dengan bahagianya tanpa dia memikirkan perasaanku saat itu. dia sudah mengetahui semua rasa yang aku rasa untuknya selama satu tahun itu tapi tidak ada respon yang aku rasa.
sungguh hati ini belum bisa menerima kenyataan bahwa hati yang telah aku jaga selama itu kini benar-benar hancur berkeping-keping dan tak bersisa sedikitpun. seandainya dia bukan kakak dan adik kelasku, mungkin sakit ini tidak begitu terasa. tapi aku harus melihat adegan mesra mereka selama bertahun-tahun kedepan. dan benar saja feelingku ini, aku benar-benar tersiksa melihat lelakiku bersama wanita itu.
tanpa sepengetahuanku, sahabatu menemui wanita itu dan mulai mengintrogasinya. karena aku tidak mengetahui kejadian itu, aku biasa-biasa saja melewati sosok lelakiku. di luar dugaan lelakiku membawaku ke ruangan osis yang biasa kita jadikan tempat rapat kegiatan sekolah. dia mulai menanyakan sikapku yang tidak bijak dan tidak mengenakkan hubungan mereka. sungguh hati tidak bisa menerima perlakuannya atas diriku yang tidak melakukan apa yang dia tuduhkan kepadaku saat itu. sontak aku menanyakan apa yang dia maksud, dan dia mulai meceritakan kejadian yang menimpa wanitanya yang tiba-tiba menangis menghampiri lelakinya dan menceritakan ulah sabahat-sahabatku.
aku langsung pergi meninggalkan lelakiku dan menemui sahabat-sahabatku yang sedang bercengkrama di kantin tempat kita bisa berkumpul. tanpa basa-basi aku mulai menanyakan ulah apa yang mereka lakukan dibelakangku hingga aku harus menerima keluhan lelakiku yang tidak terima dengan kejadian itu. dan sahabat terdekatku mulai menceritakan secara runtut kejadian tersebut yang intinya adalah mereka tidak terima dengan kebersamaan yang baru saja lelakiku dan wanita itu bina. setelah mendengar certia itu, hati yang tadinya marah berubah sekejab menjadi tangisan kebahagiaan karena ternyata sahabat-sahabatku begitu memikirkan perasaanku yang akunya sendiri tidak ingin memperpanjangnya karena aku tidak ingin membangkitkan luka yang perlahan ingin aku kubur namun tidak pernah bisa. setelah mengetahui maksud dan tujuan sabahat-sahabatku itu melakukan tindakan itu, aku pulang kerumah dan mulai merenung sendiri di kamar yang akhirnya aku tak kuat menahan tangis yang selama ini tidak ingin aku luapkan.
keesokan harinya, saat pulang sekolah tiba aku berusaha mencari sosok wanita yang membuatku begitu terluka untuk menyelesaikan masalah yang membuat aku menjadi begitu tega dimata lelakiku. aku bertemu dan mengajaknya ke sebuah kelas di lantai dua. aku mulai bicara, menanyakan perasaannya dan mulai terjadi percakapan yang membuat aku dan dia sama-sama canggung. akhirnya dengan lapang dada aku mulai mengatakan bahwa aku mengucapkan selamat atas hubungan yang mereka bina atas nama cinta walaupun sejujurnya hatiku menangis. dan dia pun tak kuasa menahan tangis yang sebenarnya dia tidak mengerti ada apa ini dan kenapa dia yang menjadi sasaran tembak sahabat-sahabatku. karena dia bertanya, dan aku mulai menceritakan bagaimana perasaanku terhadap lelakiku dan bagaimana kedekatan yang sudah terjalin selama satu tahun belakangan ini yang berakhir tragis. memang aku rasa ini tidak etis karena secara tidak langsung aku mengakui kekalahanku dihadapannya tapi daripada dia selalu bertanya-tanya dan ini aku anggap sebagai curahan hatiku yang selama ini aku simpan dan membuat aku begitu tertekan. dia hanya terdiam walaupun aku tau mungkin dia tertawa menari diatas penderitaanku. dan aku tidak mempedulikannya yang penting aku berniat meluruskan apa yang terjadi agar tidak menjadi penghalang dalam hubungan mereka.
satu tahun setelah kelulusanku di SMA itu, tiba-tiba aku mendapatkan SMS yang menanyakan bagaimana kabarku. tanpa pikir panjang aku balas sms itu dengan jawaban standart, entah kenapa feelingku mengatakan jika itu adalah wanita itu. setelah aku tegaskan apakah benar dia adalah wanita itu dan dia mengakuinya. awal komunikasi memang sangat manis. tapi setelah beberapa pekan aku berkomunikasi dengannya, cerita yang kami obrolkan sudah mengacu kepada lelakiku. dia selalu ingin tau kapan aku mulai menyukai lelakinya - kenapa aku bisa menyukainya - dll yang sungguh berat aku menjawab setiap pertanyaan yang dia ajukan kepadaku. tapi aku berusaha menjawab sestandart mungkin agar aku tidak melukai perasaannya. entah apa yang memicu keributan-keributan kami ini aku lupa yang jelas yang aku ingat hanyalah kata-kata terakhirnya yang membuat aku memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan komunikasiku dengan wanita itu adalah saat dia mengatakan aku seorang gajah karena tubuhku yang tambun. tapi aku berusaha dewasa mengagapi perkataan dia yang membuat aku terluka lebih dalam lagi. dan aku sama sekali menghapusnya dalam semua memori yang aku punya.
tapi entah apa niat yang dia rencanakan, tiba-tiba saja lelakiku SMS dengan mengatakan jikalau dia tidak bisa menjadi lelakiku. dan spontan aku membalas SMS itu dengan ucapan aneh dan bukan tepat waktunya alias sudah sangat basi aku mengdengar ucapannya itu. tapi lagi-lagi aku berusaha menerima keputusannya yang sudah 3 tahun aku pendam dan tidak aku ingat-ingat sebelumnya. tapi dengan begitu aku sadar dia sudah meolakku.
dan aku berusaha diam dan menata kembali untuk hati yang sangat remuk redam ini.
tapi lagi-lagi dia mengusikku lagi dengan ucapan maaf. lelah sejujurnya jika boleh aku katakan meladeni permainan dari wanita itu, tapi aku berusaha berjiwa besar dan mencoba melupakan semua yang sudah terjadi yang aku jadikan bahan pembelajaran. seakan satu permasalahan selesai lagi-lagi permasalahan baru datang menyangkut lelakiku. kali ini aku dipertemukan oleh ibu lelakiku, bebanku seakan bertambah - bertambah dan bertambah.
aku ingin melupakan sosokmu, itu saja :(
yaaa aku baru menginjakan kakiku di Sekolah Menengah Atas (SMA) di pertengahan bulan Juli 2005 lalu. memang bisa dibilang Cinta Monyet sih, tapi keyakinanku sangat kuat pada sosok lelakiku itu. sosok yang dulu aku anggap berwibawa dan bertanggung jawab. tapi semua itu seketika sirna ketika aku merasakan cinta ini ternyata hanya aku tepuk sebelah tangan karena aku bukan sosok wanita idamannya yang saat itu.
satu tahun satu bulan perjalanan cintaku ini masalah mulai sering muncul ketika aku mulai mengetahui jika dia telah memiliki sosok lain dihatinya. hancur dan seperti tersambar petir di siang bolongku karena hanya kata itu yang ada dalam benak ini setiap harinya. aku seperti tak ada artinya ketika dia berjalan melewati tubuh ini bersama wanitanya dengan bahagianya tanpa dia memikirkan perasaanku saat itu. dia sudah mengetahui semua rasa yang aku rasa untuknya selama satu tahun itu tapi tidak ada respon yang aku rasa.
sungguh hati ini belum bisa menerima kenyataan bahwa hati yang telah aku jaga selama itu kini benar-benar hancur berkeping-keping dan tak bersisa sedikitpun. seandainya dia bukan kakak dan adik kelasku, mungkin sakit ini tidak begitu terasa. tapi aku harus melihat adegan mesra mereka selama bertahun-tahun kedepan. dan benar saja feelingku ini, aku benar-benar tersiksa melihat lelakiku bersama wanita itu.
tanpa sepengetahuanku, sahabatu menemui wanita itu dan mulai mengintrogasinya. karena aku tidak mengetahui kejadian itu, aku biasa-biasa saja melewati sosok lelakiku. di luar dugaan lelakiku membawaku ke ruangan osis yang biasa kita jadikan tempat rapat kegiatan sekolah. dia mulai menanyakan sikapku yang tidak bijak dan tidak mengenakkan hubungan mereka. sungguh hati tidak bisa menerima perlakuannya atas diriku yang tidak melakukan apa yang dia tuduhkan kepadaku saat itu. sontak aku menanyakan apa yang dia maksud, dan dia mulai meceritakan kejadian yang menimpa wanitanya yang tiba-tiba menangis menghampiri lelakinya dan menceritakan ulah sabahat-sahabatku.
aku langsung pergi meninggalkan lelakiku dan menemui sahabat-sahabatku yang sedang bercengkrama di kantin tempat kita bisa berkumpul. tanpa basa-basi aku mulai menanyakan ulah apa yang mereka lakukan dibelakangku hingga aku harus menerima keluhan lelakiku yang tidak terima dengan kejadian itu. dan sahabat terdekatku mulai menceritakan secara runtut kejadian tersebut yang intinya adalah mereka tidak terima dengan kebersamaan yang baru saja lelakiku dan wanita itu bina. setelah mendengar certia itu, hati yang tadinya marah berubah sekejab menjadi tangisan kebahagiaan karena ternyata sahabat-sahabatku begitu memikirkan perasaanku yang akunya sendiri tidak ingin memperpanjangnya karena aku tidak ingin membangkitkan luka yang perlahan ingin aku kubur namun tidak pernah bisa. setelah mengetahui maksud dan tujuan sabahat-sahabatku itu melakukan tindakan itu, aku pulang kerumah dan mulai merenung sendiri di kamar yang akhirnya aku tak kuat menahan tangis yang selama ini tidak ingin aku luapkan.
keesokan harinya, saat pulang sekolah tiba aku berusaha mencari sosok wanita yang membuatku begitu terluka untuk menyelesaikan masalah yang membuat aku menjadi begitu tega dimata lelakiku. aku bertemu dan mengajaknya ke sebuah kelas di lantai dua. aku mulai bicara, menanyakan perasaannya dan mulai terjadi percakapan yang membuat aku dan dia sama-sama canggung. akhirnya dengan lapang dada aku mulai mengatakan bahwa aku mengucapkan selamat atas hubungan yang mereka bina atas nama cinta walaupun sejujurnya hatiku menangis. dan dia pun tak kuasa menahan tangis yang sebenarnya dia tidak mengerti ada apa ini dan kenapa dia yang menjadi sasaran tembak sahabat-sahabatku. karena dia bertanya, dan aku mulai menceritakan bagaimana perasaanku terhadap lelakiku dan bagaimana kedekatan yang sudah terjalin selama satu tahun belakangan ini yang berakhir tragis. memang aku rasa ini tidak etis karena secara tidak langsung aku mengakui kekalahanku dihadapannya tapi daripada dia selalu bertanya-tanya dan ini aku anggap sebagai curahan hatiku yang selama ini aku simpan dan membuat aku begitu tertekan. dia hanya terdiam walaupun aku tau mungkin dia tertawa menari diatas penderitaanku. dan aku tidak mempedulikannya yang penting aku berniat meluruskan apa yang terjadi agar tidak menjadi penghalang dalam hubungan mereka.
satu tahun setelah kelulusanku di SMA itu, tiba-tiba aku mendapatkan SMS yang menanyakan bagaimana kabarku. tanpa pikir panjang aku balas sms itu dengan jawaban standart, entah kenapa feelingku mengatakan jika itu adalah wanita itu. setelah aku tegaskan apakah benar dia adalah wanita itu dan dia mengakuinya. awal komunikasi memang sangat manis. tapi setelah beberapa pekan aku berkomunikasi dengannya, cerita yang kami obrolkan sudah mengacu kepada lelakiku. dia selalu ingin tau kapan aku mulai menyukai lelakinya - kenapa aku bisa menyukainya - dll yang sungguh berat aku menjawab setiap pertanyaan yang dia ajukan kepadaku. tapi aku berusaha menjawab sestandart mungkin agar aku tidak melukai perasaannya. entah apa yang memicu keributan-keributan kami ini aku lupa yang jelas yang aku ingat hanyalah kata-kata terakhirnya yang membuat aku memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan komunikasiku dengan wanita itu adalah saat dia mengatakan aku seorang gajah karena tubuhku yang tambun. tapi aku berusaha dewasa mengagapi perkataan dia yang membuat aku terluka lebih dalam lagi. dan aku sama sekali menghapusnya dalam semua memori yang aku punya.
tapi entah apa niat yang dia rencanakan, tiba-tiba saja lelakiku SMS dengan mengatakan jikalau dia tidak bisa menjadi lelakiku. dan spontan aku membalas SMS itu dengan ucapan aneh dan bukan tepat waktunya alias sudah sangat basi aku mengdengar ucapannya itu. tapi lagi-lagi aku berusaha menerima keputusannya yang sudah 3 tahun aku pendam dan tidak aku ingat-ingat sebelumnya. tapi dengan begitu aku sadar dia sudah meolakku.
dan aku berusaha diam dan menata kembali untuk hati yang sangat remuk redam ini.
tapi lagi-lagi dia mengusikku lagi dengan ucapan maaf. lelah sejujurnya jika boleh aku katakan meladeni permainan dari wanita itu, tapi aku berusaha berjiwa besar dan mencoba melupakan semua yang sudah terjadi yang aku jadikan bahan pembelajaran. seakan satu permasalahan selesai lagi-lagi permasalahan baru datang menyangkut lelakiku. kali ini aku dipertemukan oleh ibu lelakiku, bebanku seakan bertambah - bertambah dan bertambah.
aku ingin melupakan sosokmu, itu saja :(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar