semua beranjak menjauh
saat raga tak mampu berdiri mengasihi
padahal saat itu
yang terekam dalam benak
mereka ada dan berdiri di antrian terdepan
menampilkan kebolehan nan sempurna
tapi -- hidup ternyata berputar
mengharuskan raga merenung dalam keterpurukan takdir
raga seolah memiliki untaian tangan nan sempurna
dan raga masih merasa mereka ada - mereka peduli
tapi kepalsuan yang membuat semuanya pergi menghidar
seolah tak ingin peduli akan kesulitan ikatan relasi sedarah seperjuangan
sontak raga menangis
betapa tega mereka memperlakukan ketika raga membutuhkan
mereka sadar mereka membelok - menjauh bahkan sengaja meludahi raga
tapi untaian TAKJUB - memanjangkan rongga usus raga
karna itu
raga justru memanjatkan butir melalui tetesan air mata
memohon suatu ke-legowo-an batin yang tergores terhianati
begitu indah
penguasa memberi raga ilmu realistis
sehingga raga mengerti
bahwa sedarah - sepermainan belum tentu SETIA berdiri
tapi sepermusuhan
justru yang ternyata berjalan pasti mendekat - merangkul dan menopang
raga berusaha tak memperdulikan mereka
karna raga memfokuskan akan suatu ledakan kebangkitan
membangun kokoh pondasi relung hati terpusat
ingin membuktikan - walaupun mereka berbelok
raga masih hidup - sehat dan kuat
lagi -- lagi -- lagi
saat raga rasakan perkembangan
ada saja penghianat-penghianat sedarah
konon dalam teori silsilah
sedarah seharusnya menjadi penguat
tapi justru sedarah yang paling kuat menjatuhkan
apa mereka merasa paling HEBAT seperti pengusa jagad ?
mampu berbisik memutarbalikan keadaan
mampu menunjuk seakan raga akan tergeletak - jatuh dan MATI ?
raga memang sedang tak berdaya
tapi raga tak seberdaya yang mereka pikirkan - hay BUNG !
justru sekarang raga mengetahui
seberapa mereka MEMUNAFIKAN hati mereka sendiri
memperlakukan raga sedarah dengan jurus klasik-nya
entah apa mereka sadar atau tidak
raga tak mempermasalahkan dan mempertanyakan
karna raga meyakini mata hati sedarah tertutup oleh buaian benda sesaat
dan raga tak memerlukan relasi sedarah yang manis jika raga bergula
dan raga pastikan menghapus silsilah sedarah
karna raga tak membutuhkan aliran darah yang pergi saat raga terperosok
karna raga juga tak ingin mengingat aliran seperawatan yang bisanya memutarbalikan keadaan
HEY BUNG !
bibir berbisik memanglah lebih cepat menerkam dan BERPUAS
dibanding diam tapi perlahan-lahan menghisap lalu ME-MATI-KAN
S E L E S A I
- sarassdudud -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar